Kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan pada 27 Agustus menewaskan seorang warga, Bambang Setiawan, memicu keprihatinan luas di Jakarta. Insiden tersebut menambah daftar korban kekerasan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan di wilayah padat penduduk.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi tragedi itu dengan mengunjungi rumah duka Bambang pada hari berikutnya. Kunjungan itu dilakukan di tengah suasana duka yang masih terasa berat bagi keluarga korban.
Selama melayat, Pramono menyampaikan rasa belasungkawa secara langsung kepada anggota keluarga dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Ia juga menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab kericuhan tersebut.
Langkah gubernur ini diharapkan dapat menenangkan hati keluarga yang berduka sekaligus menjadi sinyal bahwa otoritas bertekad menegakkan ketertiban dan menanggulangi faktor‑faktor yang memicu kekerasan serupa di masa mendatang.