**Latar belakang singkat**
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia rutin menggelar Muktamar, forum tahunan yang menjadi ajang penetapan kebijakan dan pemilihan kepengurusan. Edisi ke‑35 dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebuah lokasi yang sudah familiar menjadi saksi pertemuan penting tokoh agama dan politik.
**Rencana penutupan**
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menutup Muktamar ke‑35 pada Senin, 31 Agustus 2024. Penutupan acara akan dilangsungkan di aula utama pesantren, dengan prosesi singkat yang meliputi sambutan singkat, doa bersama, dan penyerahan simbolik kepada ketua Muktamar yang baru terpilih.
**Makna politik**
Kehadiran Prabowo di tengah Muktamar menandai upaya memperkuat hubungan antara partai politiknya dan basis massa NU. Mengingat pemilihan umum yang semakin dekat, pertemuan ini dipandang sebagai kesempatan bagi Prabowo untuk menyampaikan visi‑visinya secara langsung kepada jutaan santri dan tokoh agama yang memiliki pengaruh luas di wilayah Jawa Timur.
**Reaksi NU dan publik**
Pengurus Pimpinan Pusat Nahdlatul Ulama menyambut baik kunjungan Presiden, menekankan pentingnya dialog antar lembaga negara dan organisasi keagamaan. Di media sosial, netizen menanggapi dengan beragam opini; sebagian menilai langkah ini sebagai sinyal koalisi politik yang lebih solid, sementara yang lain mengharapkan kebijakan yang lebih pro‑rakyat dari pemerintah.
**Pandangan ke depan**
Jika penutupan Muktamar berjalan lancar, kemungkinan besar akan membuka ruang kolaborasi lebih intens antara pemerintah dan NU dalam program-program sosial‑ekonomi. Bagi Prabowo, momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggung untuk menegaskan komitmen pada nilai‑nilai keagamaan sekaligus mengukuhkan posisi politiknya menjelang pemilihan mendatang.