Sampurna, orang utan jantan yang berada di kebun sawit Ketapang, Kalimantan, mengalami kelelahan berat setelah terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Kondisi lemasnya hewan itu terdeteksi oleh petugas lapangan pada sore hari, menandakan dampak langsung kebakaran terhadap satwa liar di kawasan perkebunan.
Tim BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) bersama tim YIARI (Yayasan Indonesia Animal Rescue Indonesia) segera melakukan evakuasi terhadap Sampurna untuk mencegah komplikasi kesehatan lebih lanjut. Proses penanganan meliputi pemeriksaan medis lapangan, pemberian oksigen, dan penetapan rute transportasi ke pusat rehabilitasi satwa terdekat.
Pihak berwenang menegaskan bahwa asap karhutla mengandung partikel halus serta gas beracun yang dapat mengganggu sistem pernapasan dan metabolisme hewan, terutama spesies yang sensitif seperti orang utan. Upaya mitigasi kebakaran dan perlindungan habitat menjadi prioritas guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sampurna kini berada di fasilitas perawatan YIARI, di mana tim veteriner akan memantau pemulihan kondisi fisiknya secara intensif. Pemerintah daerah dan lembaga konservasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber kebakaran serta mendukung program rehabilitasi satwa yang terdampak.