Lembaga keuangan global, J.P. Morgan, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 7.000 pada akhir tahun 2026 mendatang. Proyeksi ini menunjukkan optimisme terhadap prospek pergerakan pasar modal Indonesia dalam jangka menengah.
Menurut analisis J.P. Morgan, pendorong utama dari kenaikan IHSG ini adalah potensi perbaikan sentimen pasar global dan domestik secara bertahap. Selain itu, posisi kepemilikan saham oleh investor yang saat ini masih tergolong rendah (*light positioning*) memberikan ruang yang cukup besar bagi terjadinya aksi beli lanjutan.
Seiring membaiknya persepsi risiko dan potensi kembalinya arus modal asing, pasar saham Indonesia diperkirakan akan kembali menarik minat para pelaku pasar. Proyeksi ini diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan investasi di tanah air hingga akhir 2026.