**“Jika petani mengadopsi metode tanam modern, mereka dapat meraih pendapatan hingga Rp35 juta per hektar,”** ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menegaskan target ambisius pemerintah untuk mengubah 1 juta hektar lahan pertanian menjadi zona pertanian cerdas menjelang 2027.
Amran menambahkan bahwa modernisasi meliputi penggunaan bibit unggul, sistem irigasi presisi, serta teknologi pemantauan tanah berbasis sensor. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan produktivitas rata‑rata 30 % dan menurunkan biaya produksi melalui efisiensi input.
Pemerintah akan menggandeng lembaga riset, perguruan tinggi, dan swasta untuk menyediakan paket pelatihan serta subsidi peralatan. Petani yang berpartisipasi akan memperoleh akses kredit lunak dan jaminan pasar melalui kemitraan dengan koperasi dan perusahaan agribisnis.
Dengan skema insentif tersebut, Amran optimis petani kecil dapat bersaing di pasar domestik dan ekspor, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor. Jika tercapai, perubahan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.