Seorang guru SD di Medan mengundurkan diri setelah dituduh memukul sepuluh muridnya. Kejadian itu terungkap lewat laporan orang tua yang mengaku anak‑anak mereka mengalami luka memar dan rasa takut setelah insiden di kelas. Pihak sekolah kemudian melakukan penyelidikan internal dan mengirimkan guru bersangkutan ke dinas pendidikan untuk proses lebih lanjut.

Menurut keterangan saksi, guru tersebut berulang‑ulang menegur siswa dengan cara fisik ketika mereka dianggap mengganggu pelajaran. Beberapa orang tua mengaku sudah melaporkan hal ini ke kepala sekolah, namun tindakan tegas baru diambil setelah media lokal menyoroti kasus tersebut. Sekarang, sekolah berjanji akan memperketat prosedur keamanan dan memberikan pelatihan anti‑kekerasan bagi seluruh tenaga pendidik.

Pihak Dinas Pendidikan Medan menyatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti pengunduran diri guru itu dengan proses administratif yang sesuai, termasuk kemungkinan pencabutan sertifikat mengajar. Sementara itu, mereka juga menegaskan komitmen untuk melindungi hak anak dan menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan. Orang tua diminta untuk tetap waspada dan melaporkan setiap tanda‑tanda penyalahgunaan.

Kasus ini menambah daftar insiden serupa di beberapa daerah yang menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap perilaku guru. Para ahli pendidikan menekankan perlunya mekanisme pelaporan yang lebih transparan dan dukungan psikologis bagi korban. Dengan langkah cepat dari pihak berwenang, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dapat pulih.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://www.lbhpekanbaru.or.id/ slot gacor