Amran, Menteri Pertanian yang baru dilantik, langsung mengumumkan langkah tegas terhadap praktik korupsi yang merusak integritas institusi. Dalam rangka membersihkan birokrasi, ia menyingkirkan 13 pejabat tinggi Kementerian Pertanian yang terbukti terlibat dalam perjudian daring, sebuah skandal yang selama ini menggerogoti kepercayaan publik.
Keputusan pencopotan bersifat permanen, menandakan tidak ada ruang bagi pelaku untuk kembali mengisi jabatan publik. Para pejabat yang terdakwa telah menjalani proses penyelidikan internal, dan bukti kuat mengaitkan mereka dengan jaringan judi online yang melanggar hukum. Amran menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar sanksi administratif, melainkan upaya nyata untuk menegakkan disiplin dan etika kerja di lingkungan kementerian.
Penggantian posisi-pejabat yang dipecat sudah direncanakan secara bertahap. Amran menginstruksikan tim sumber daya manusia kementerian untuk menyeleksi kandidat yang memiliki rekam jejak bersih serta kompetensi teknis yang memadai. Ia berharap susunan baru dapat mempercepat program-program pertanian nasional tanpa gangguan dari praktik ilegal.
Langkah ini mendapat sambutan beragam dari kalangan politik dan masyarakat. Sebagian pihak memuji keberanian Amran dalam menegakkan hukum, sementara yang lain menyoroti perlunya transparansi lebih lanjut dalam proses seleksi pengganti. Namun, konsensus umum menekankan bahwa tindakan tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penyalahgunaan jabatan tidak akan ditoleransi.
Dengan 13 pejabat yang kini telah digantikan, Kementerian Pertanian berada pada titik balik. Amran berjanji akan memperkuat pengawasan internal dan meningkatkan kerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk mencegah kasus serupa di masa depan. Transformasi ini diharapkan tidak hanya membersihkan citra kementerian, tetapi juga memulihkan kepercayaan petani dan publik terhadap kebijakan pertanian yang berkelanjutan.