“Kami menyalurkan 11.800 liter air bersih untuk memastikan warga Desa Weninggalih tidak lagi kelaparan air,” ujar juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam konferensi pers hari ini. Penyaluran tersebut ditujukan kepada penduduk yang selama berbulan‑bulan terakhir berjuang mencari sumber air di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan. Air yang dikirimkan diangkut menggunakan truk tangki khusus, memastikan kualitas tetap terjaga hingga tiba di titik distribusi.
Desa Weninggalih, yang terletak di wilayah Jonggol, Bogor, telah mengalami penurunan signifikan pada mata air dan sumur tradisional sejak awal musim kemarau. Warga setempat melaporkan bahwa mereka harus berjalan jauh ke sumber air terdekat, bahkan terkadang harus menampung air hujan yang sangat terbatas. Kondisi ini memicu keprihatinan pemerintah daerah dan mendorong Kementerian PU untuk mengambil langkah cepat.
Distribusi air bersih dilakukan secara bergilir, dengan prioritas diberikan kepada keluarga yang memiliki anak kecil, lansia, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan rentan. Setiap rumah tangga menerima takaran yang cukup untuk kebutuhan harian selama tiga hari ke depan, sambil menunggu solusi jangka panjang seperti pembangunan sumur bor atau jaringan pipa yang lebih stabil. Petugas lapangan juga memberikan edukasi singkat tentang pentingnya pengelolaan air yang efisien di tengah krisis.
Kementerian PU menegaskan bahwa bantuan ini bersifat sementara, namun menjadi bagian dari upaya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi dampak kemarau ekstrem di wilayah Jawa Barat. “Kami terus memantau situasi dan siap menambah bantuan bila diperlukan,” tutup juru bicara tersebut, menandai komitmen pemerintah untuk memastikan hak dasar warga atas air bersih tetap terpenuhi.