“Saya menawarkan 37 proyek investasi senilai total Rp115 triliun, termasuk pengolahan sampah menjadi energi, untuk memperkuat ekonomi Jakarta,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam presentasinya kepada calon investor.
Proyek‑proyek tersebut mencakup pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), serta revitalisasi infrastruktur transportasi dan energi terbarukan. Seluruh inisiatif dirancang untuk mengurangi volume sampah kota, meningkatkan pasokan listrik bersih, dan mengoptimalkan mobilitas perkotaan.
Pramono menargetkan partisipasi swasta nasional dan internasional, dengan skema pembiayaan yang menggabungkan modal ekuitas, obligasi hijau, dan mekanisme publik‑privat. Pemerintah daerah berjanji menyediakan lahan, perizinan cepat, serta insentif fiskal untuk mempercepat realisasi proyek dalam lima tahun ke depan.
Para pengamat ekonomi menilai langkah ini dapat menarik investasi signifikan dan menurunkan beban biaya operasional kota, sekaligus menjadikan Jakarta contoh kota megah yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dan transportasi berkelanjutan.